Kenaikan Harga BBM dan Budaya Konsumtif Masyarakat

Sejak tanggal 1 Desember 2008, harga premium, jenis bahan bakar minyak yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, diturunkan harganya oleh pemerintah sebesar Rp 500,00 dari Rp 6.000,00 menjadi Rp 5.500,00. Pro-kontra mengenai kebijakan yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah negeri ini kemudian berkembang luas. Mulai dari isu-isu politik menjelang pemilu 2009, sampai realitas krisis global yang menjatuhkan harga minyak dunia. Namun demikian, yang luput dalam pembahasan adalah bagaimana sikap masyarakat menghadapi fenomena ini.

Resesi Dunia dan Politik Pemilu

Kenaikan harga BBM, khususnya pertamax, premium, solar, dan minyak tanah secara bertahap disebabkan terutama oleh meningkatnya harga minyak dunia. Pada sisi lain, segala jenis BBM yang diperjualbelikan di Indonesia disubsidi oleh pemerintah. Hal inilah yang kemudian memberatkan pemerintah, apalagi masih banyak sector yang dapat dikembangkan apbila subsidi harga BBM dapat dikurangi secara bertahap. Oleh karena itulah secara bertahap harga BBM mulai dinaikan oleh pemerintah melalui perusahaannya Pertamina.

Di tengah naiknya permintaan akan minyak dunia yang menyebabkan meningkatnya harga minya dunia per barelnya, tiba-tiba muncul krisis global yang ditengarai karena memburuknya perekonomian AS, sebuah Negara adikuasa yang hampir menguasai bumi ini. Indikatornya tunggal, pemilihan presiden Amerika Serikat yang menghadapkan Barrack Obama, seorang Afrika-Amerika pertama yang menawarkan perubahan melawan McCain, veteran perang Vietnam yang mungkin saja teman seperjuangan John Rambo. Munculnya wakil kaum terpinggirkan dan sangat berpotensi memengangi pemilu kemudian mengoncang perekonomian AS. Lagi-lagi isu yang diangkat bersifat determinis, yaitu kredit macet dari usaha perumahan-perumahan di AS. Hal inilah yang katanya melesukan perekonomian di AS.

Sebagai jantung perekonomian dunia, kelesuan perekonomian Amerika Serikat memengaruhi pereknomian dunia. Salah satunya berdampak pada menurunnya angka permintaan minyak dunia yang menyebabkan penurunan harga minyak tersebut. Suasana ini sangat revolutif, baru pada pertengahan tahun 2008 harga minyak dunia mengalami peningkatan yang pesat, namun pada akhir tahun 2008 permintaan minya menurun yang memaksa diturnkannya harga minyak dunia.

Tidak hanya itu, keheranan masyarakat semakin menjadi ketika pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga BBM, jenis pertamax pada bulan November 2008, premium pada bulan Desember 2008, dan solar pada bulan Januari 2009. Indikasi apakah ini. Mungkin masyarakat dapat menganalisis dengan mudah bahwa penurunan harga BBM ini adalah imbas dari menurunnya harga minyak dunia, namun adakah maksud lain dari kebijakan ini. Ada beberapa pihak yang kemudian merelasikannya dengan pelaksanaan pemilu 2009 yang kampanyenya telah dimulai sejak sekarang. Presiden SBY dianggap berusaha menarik popularitas masyarakat. Setelah membersihkan para koruptor, termasuk besannya sendiri, sang presiden mulai mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat. Di tengah krisis yang mulai mengerogoti rakyat, SBY layaknya seorang pemimpin yang bijaksana berusaha untuk meringankan beban rakyat. Salah satu kebutuhan strategis yang memengaruhi perekonomian rakyat adalah BBM. Pasalnya, tinggi-rendahnya harga BBM juga memengaruhi kebutuhan primer masyarakat, misalnya harga kebutuhan pangan, transportasi, dan lain sebagainya. Apakah spekulasi yang sebenarbya bertujuan memojokkan SBY ini benar? Tidak ada tahu sampai sekarang.

Masyarakat dan Konsumerisme

Dari berbagai perdebatan, baik yang menyangkut resesi dunia ataupun kepentingan politik berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2009, sebenarnya dapat ditari sebuah simpulan bahwa masyarakat tidak terlalu terganggu dengan pasang-surut harga BBM. Hal ini, setidaknya, dapat dilihat dari tingginya tingkat konsumsi BBM dalam kehidupan masyarakat. Ada berbagai keluhan sebenarnya hanya untuk menarik simpati pemerintah saja. Masyarakat kurang mau berusaha lebih produktif, dan lebih mengedepankan konsumsi belaka. Ada beberapa hal yang setidaknya mengindikasikan hal tersebut.

Pertama, ketika harga BBM dinaikkan secara bertahap, konsumsi terhadap BBM tidak menyurut sama sekali. Bahkan dengan kebijakan ini masyarakat mencari jalan yang memliki kesan mengurangi konsumsi BBM, padahal sebenarnya malah menambah konsumsi BBM itu sendiri. Dalam hal transportasi, misalnya, ketika masyarakat merasa berat untuk mengisi bensin untuk mobilnya, mereka kemudian beralih ke sepeda motor yang mereka beli dengan cicilan setiap bulannya. Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sarana transportasi publik yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Akan tetapi, nyatanya penggunaan kendaraan bermotor yang semakin tinggi dan berdampak pada konsumsi BBM yang melonjak tidak dapat dihindarkan.

Kedua, ketika harga BBM diturunkan, masyarakat malah semakin menggila. Pada hari pertama saja, antrian panjang di setiap pompa bensin terjadi di mana-mana. Selain itu yang cukup memprihatinkan adalah konsumsi BBM meningkat pesat. Padahal Pertamina telah menambahkan 10 % dari produksi BBM mereka per harinya. Tidak sedikit pompa bensin yang mengalami lonjakan permintaan BBM, bahkan dalam beberapa kasus persediaan BBM mereka habis sama sekali.

Apa yang dapat kita pelajari dalam mengamati fenomena ini ? BBM termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dengan segera. Bila konsumsi atas BBM meningkat terus-menerus berarti persediaannya akan semakin menipis. Berbagai alternative sebenarnya telah coba dimunculkan pemerintah. Konversi minyak tanah ke tabung gas, pengguanaan Biofuel, dan lain sebagainya adalah sedikit dari usaha pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM.

Saya sebenarnya agak menyayangkan kebijakan pemerintah berkenaan dengan penurunan harga BBM ini. Menurut saya, sebaliknya harga BBM harus ditingkatkan sampai tidak ada subsidi sama sekali. Apa sebabnya? Pertama, alokasi BBM yang cukup besar dari APBN Negara dapat ditransfer ke bidang lain yang lebih strategis sehingga kesejateraan rakyat dapat merata. Kedua, agar masyarakat menjadikan BBM sebagai barang yag mewah. Jadi, mereka tidak akan menggunakannya secara semena-mena dan itu akan memperlambat pengurasan cadangan minyak Indonesia. Dengan begitu, masyarakat akan sadar bahwa BBM merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi kelangsungan negara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s