Sejarah Total ?

Dalam tradisi penulisan sejarah dunia, saya menyukai Moliere, seorang borjuis, yang berbicara tentang objek sejarah tanpa mengetahuinya. Setelah sering membaca karya Marshall G.S. Hodgson, Alfred Crosby, André Gunder, dan Immanuel Wallerstein, saya menjadi sadar tentang kenyataan bahwa, seperti M. Jourdain, saya telah menghormati mempelajari sejarah tanpa tahu apa itu. Saya percaya bahwa hal berpotensi menjadi hal yang penting bagi siapa saja yang ingin menulis sejarah Kuba, sejak pemusatan perspektif dari nasional-lokal tidak saja membuktikan sebuah kebutuhan akan metodologi, tetapi sebuah tafisiran umum premis dalam hubungannya untuk mencatat banyak kejadian­­­—yang disebut sejarah nasional. Bagaimana sebuah sejarah pertumbuhan ekonomi, dimensi yang multinasional dari revolusi kemerdekaan (1868-1898), serangan dari modal asing di pulau ini antara tahun 1898-1920, pembangunan kapitalis, dan revolusi sosial tanpa memulainya dari pandangan dunia? Bagaimana menceritakan sejarah Kuba tanpa menggunakan catatan tentang peran serta tentara Kuba dalam revolusi Amerika Utara atau kehadiran orang Kuba dalam Perang Sipil Spanyol ; tanpa pengetahuan tentang aneksasi Havana oleh Inggris (1762) atau krisis misil (1962) ? Bagaimana menceritakan Sejarah Kuba tanpa sebuah catatan tanpa melibatkan gerakan komunis di Amerika Latin dan Kepulauan Karibiasebelum tahun 1959, tanpa pengetahuan tentang agama Afrika-Kuba dan pengaruh ritme musik Kuba di seluruh dunia. Atau, dalam contoh kasus, bagaimana memberikan sebuah penjelasan tentang peningkatan konflik antara Kuba dan Amerika Serikat tanpa menujukkan gerakan gerelia di Kongo, Bolivia, Venezuela, atau Republik Dominika, perang di barat daya Afrika, atau aliansi dengan USSR? Apakah Che Guevara dan Fidel Castro hanya menjadi tokoh sejarah lokal? Dengan kata lain, sangat tidak mungkin membahas Sejarah Kuba tanpa perspektif sejarah dunia.

Tidak pernah terjadi, terutama di kalangan sarjana, baik bidang migrasi, keamanan internasional, dan kebijakan luar negeri Amerika Utara atau Sosialisme mengklaim hal yang samapaling tidak menurut pengalaman saya dalam menyelidiki topik ini. Nyatanya, dalam tujuan untuk mendeskripsikan pengalaman saya, akan lebih mudah bagi saya untuk melakukan dan merancang riset dalam pengertian narasi bagaimana saya membangun interpretasi. Sebelumnya, saya akan memperkenalkan diri saya lebih jauh dalam rangka memahami sebuah proses perolehan budaya. Saya belajar di Sastra dan Filsafat Perancis pada Universitas Havana pada tahun 1960-an, dan kemudian Ilmu Politik dan Masalah-masalah Amerika Latin di Mexico pada pertengahan tahun 1970-an. Saya mencari berbagai permasalahan orang Kuba­­­­­­untuk itu saya belajar di Amerika Serikat. Saya sekarang merasa membangun pemahaman tentang konflik antara Kuba dan tetangga-tetangganya di utara dalam rangka mencari penjelasan untuk para mahasiswa dari Columbia University dan University of Nehru, kepada kadet muda di Royal Canadian Institute of Kingston, para peneliti di United Services Institution of India, melalui penjelasan dari Andrei Gromyko dan Sergo Miyokan di Moskow, kesempatan berdiskusi dengan Robert MacNamara dan Arthur Schlesinger di sebuah pantai di Antigua, dan menguji itu semua kepada anggota dari Central Committee of the Hungarian Socialist Workers’ Party pada saat Perang Dingin. Saya tidak dapat menilai peran Kuba di Amerika sebelum seorang pekerja Guniea di Hetahrow Airport di London memberikan argumentasi kepada saya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana pentingnya peran dalam pandangan Karibia terhadap Kuba sebelum saya menghabiskan waktu selama tiga jam dalam sebuah acara radio di North American Virgin Island of Saint Croix. Saya mengakui bahwa tidak akan dapat mengerti peran signifikan Fidel Castro sebelum saya bertemu sebuah kelompok pemuda di Chandigarh, di daerah Punjab.

Pengalaman-pengalaman itu menolong saya untuk membentuk pemahaman saya tentang konflik, yang dengan kata lain, mereka membantu saya untuk membentuk konstruksi logis dari analisis yang menampakkan konflik tersebut menurut sebuah rasio yang tidak memihak Kuba ataupun Amerika Utara. Mereka juga membawa saya menuju batas rasional yang ketat dari geopolitik yang konsisten dengan ide realisme barat. Hal ini tidak saja karena skenario penyebaran geografis, mengarisbawahi yang di atas, yang membuka sisi historis dari sebuah konflik, yang disebabkan ketrlibatan beberapa aktor dari dunia internasional, yang menyebabkan pula mendalamnya fokus yang disebabkan oleh pertimbangan permasalah dunia.

Pertanyaan dari fokus tersebut memainnkan sebuah peran penting dalam kemajuan studi saya— dan juga kelanjutannya. Penerapan Ilmu Sosial sebagai sebuah latihan teknis— sama seperti seorang insinyur yang membangun jembatan— bukan merupakan suatu yang menarik. Kebanyakan dapat mempelajari konstruksi jembatan itu dengan sangat baik. Apa yang sesungguhnya sangat menarik dari Ilmu Sosial, atau tentang ilmu pengetahuan secara umum, adalah pada momen seseorang dapat mempercayai apa yang kita dapatkan melebihi pengetahuan umum yang telah ada— dengan kata lain, bentuk pembelajaran— dari pengamatan tentang suatu fenomena.. Saya mengimplementasikan bahwa awal mula pemahaman saya tentang aspek-aspek pokok dari Negara Kuba adalah ketika setelah mengunjungi Desa Tzotzil dan Tzeltal di Gunung Chiapas dan berbicara dengan para kepada dari Lacandones lima puluh tahun sebelum kemunculan Zapatista. Bagi masyarakat Kuba, sangat tidak mungkin untuk mengalami keadaa masyarakat pribumi—pemisahan yang berakar dengan budaya lain, negara lain, pemikiran lain. (secara paradoks, orang Kuba dipandang sebagai negara Barat yang tunggal dibandingkan Negara Amerika Latin lainnya dan beberapa orang-orang Eropa_. Kesempatan untuk berpikir tentang Negara Kuba dari perspektif budaya lain membuktikan sesuatu yang mendesak bagi saya. Tanpa pengetahuan ini, saya tidak akan pernah dapat membangun sebuah perspektif kultural dari relasi antara Kuba dan Maerika Serikat. Sebuah pemahaman dari apa yang memisahkan kita membutuhkan pengetahuan tentang apa yang mengikat kita bersama.

Selama beberapa dekade terdahulu, beberapa golongan postmodernis merumuskan akhir dari nasionalisme, yang malahan menguji hal tersebut sebagai sebuah eksponen dari persamaan global. Dikotomi ini dihasilkan dalam debat di Bizantium. Mengantikan pendekatan negara provinsial denga sebuah paham Utarasentris global yang memfokuskan tidak membawa kita menjadi sangat dekat. Sekarang, hal ini cukup tegas menuntut dominasi Utarasentris dari sejarah (dan segala hal yang berhubungan dengan itu). Atau, ini dirasakan baik untuk menekan bagian dan mengombinasikan kategori-kategori dalam analisis, tidak saja mereinterpertasi sejarah dunia dari sebuah perspektif selatan, tetapi juga sebuah perspektif historisasi ulang budaya dari utara? Saya tidak hanya menunjukkan pada segi sosial atau sejarah kebudayaan, sebuah sejarah kelompok sublatern, atau sebuah “masyarakat tanpa sejarah”, yang dengan itu sesuai dengan istilah sejarawan Kuba Juan Pérez de la Riva. Berkaca dari makna Ilmu Sosial— bukan saja Sejarah— yang memfokuskan dekade terakhir dan pertengahan. Saya tidak mengetahui banyak pendekatan lainnya yang menuju indentifikasi objek-objek dunia— sebagai penanda dari akumulasi kapital, pasar dunia, masyarakat transisi, dan mobilitas manusia, dan penyebaran ideologi dan teknologi.

Saya berbicara tentang sejarah total. Penggunaan istilah ini dilakukan dengan hati-hati, karena sejauh pengetahuan saya tidak ada sebuah kata yang memaknai fenomena ini: sebuah jenis pengertian yang merekonstruksi secara kritis represtasi historis menggunakan tanda-tanda budaya yang memperbaiki banyak makna, baik sinkronis dan diakronis. Saya berbicara tentang kemampuan sejarah mengintegrasikan narasi dari yang mengalahkan dan menaklukkan analisis diskursus yang termasuk perbedaan yang pantas, religius, dan nilai politik. Saya berbicara tentang sebuah sejarah yang terintegrasi dalam rasa kebebasan dan keadilan ; pencitraan waktu, manusia, setelah hidup, dan semua itu, dari makna peristiwa dalam pertanyaan ke masing-masing masyarakat yang berbeda. Seseorang tidak harus pergi ke China dan India dalam orientasi untuk merekonstruksi fokus tipe dalam istilah historis yang signifikan.

Akhirnya, sebuah sejarah total dapat secara tidak terbatas untuk pengabungan sumber-sumber dan weltanschauung antropologi dan sosial psikologi— dari pandangan subjektif dari satu kelompok atau suatu tradisi sosio-kultural. Secara alami, ini akan menjadi mungkin untuk mengeksplorasi informasi dari pengetahuan tradisional dan pengalaman kolektif, dari mitos dan konstruksi kultural dari kelompok masyarakat. Satu hal yang perlu dialakukan, seperti apa yang Marvin Harris lakukan ketika ia memulai studi tentang masyarakat Amerika dengan menggunakan penemuan instrumen intelektual dalam tujuan untuk mempelajari komunitas primitif. Immanuel Wallenstein mengatakan tentang sebuah “sosiologi sejarah” atau “sejarah yang bersifat sosiologi”. Bagi saya, rekonstruksi epistemologi mendekati antar atau transdisiplin, ini menjadi mungkin untuk mendefinisikan ulang pengetahuan akademik, mengubah kebiasaan lama, dan penggunaan disiplin yang tepat, tidak dengan melempar mereka keluar, tetap dengan sejarah yang kritis. Sebuah perspektif dunia dapat membuktikan strategi yang jika kita mengerti jalannya—dan tidak berdasarkan asumsi dari pandangan kedaerahan atau aggregate kelas dari pengetahuan

Pada catatan awal, saya mengakui tindakan yang tidak pantas pada saat pemenuhan atas permintaan dari analisis analisis kritis yang kurang dalam sejarah dunia. Saya berpikir dalam lingkup yang umum, Ilmu Sosial memiliki banyak pertimbangan dalam tujuan untuk mencapai sebuah pandangan dunia. Beberapa minggu yang lalu, seorang Profesor Ilmu Politik di India utara menanyakan kepada saya apa yang mendominasi agama kaum elit Kuba dan bagaimana banyaknya bahasa yang berbeda yang digunakan di Negara saya. Penyususnan jawaban sesuai prediksi pertanyaan kalangan Barat (seperti “ Apa yang terjadi ketika Fidel Castro menghilang?). Saya menemukan dalam diri saya sendiri kebingungan dalam beberapa detik. Dari poin itu, saya memulai untuk memepercayai bahwa hal ini akan menjadi dapat menjadi sebuah skandal dari seorang Kuba ynag tidak tahu banyak tentang Indoa, China, dan semua negara kaya yang mengubah dunia yang sebenarnya— sebuah dunia yang perspektifnya kita gunakan untuk mengadopsi dari sejarah untuk kemunculannya.

Diterjemahkan dari Rafael Hernández, A Total History?, Radical History Review Issue 91 (Winter 2005): 94–97.

2 thoughts on “Sejarah Total ?

  1. I am wanting to get hosting server colocation, does any person know the best place to acquire it?

  2. I am just writing to make you know of the extraordinary encounter my friend’s child had using your web page. She came to understand numerous details, which include what it is like to have an incredible giving mood to have many others effortlessly fully understand a variety of tricky subject matter. You undoubtedly did more than people’s expectations. Many thanks for rendering these good, safe, informative and as well as cool tips on your topic to Mary.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s