Memahami Konflik Palestina-Israel

Bentrokan bersenjata antara Israel-Palestina hampir setiap tahun terjadi. Bahkan, menjadi hal yang aneh apabila berita internasional tidak memuat berita konflik tersebut. Pemicunya pun bergantian. Terkadang Palestina, tetapi lebih sering Israel. Palestina mengklaim bahwa Israel tidak mengakui wilayah mereka dan anti Islam, sebaliknya Israel memandang Palestina sebagai teroris dan penghadang zionis.

Tragedi Tahun Baru 2009

Ketika hampir sebagian umat manusia merayakan tahun baru 2009, penduduk Palestina harus berlindung dari serangan udara Israel. Konflik ini memang terjadi sejak penghujung tahun 2008. Berbagai kecaman datang dari berbagai belahan dunia karena Israel menyerang pemukiman-pemukiman penduduk sipil, termasuk membunuh banyak orang tua dan anak kecil. Penyerangan ini diperburuk dengan pemboikotan bantuan kemanusiaan yang dilakukan berbagai pihak terhadap penduduk Palestina, terutama di Jalur Gaza. Israel, dengan dalih klasik Barat, mengklaim hendak menghancurkan Hamas, sebuah partai yang dicap keras oleh Israel, demi kebaikan Palestina. Namun demikian, tanpa mengabaikan kejahatan hak asasi manusia ada beberapa hal yang luput dari perhatian.

Hal yang meresahkan saya adalah konflik Israel-Palestina digeneralisasikan sebagai penyerangan Israel terhadap Palestina. Padahal dalam beberapa kasus, tidak melulu Israel yang memicu dan konflik di penghujung tahun 2008 dipicu oleh Palestina. Jadi, bukan kesalahan sepenuhnya Israel ketika membalas serangan tersebut.

Dalam kasus ini, Israel memiliki posisi tawar yang lebih baik. Palestina menyerang, Israel membalas, bukankan itu merupakan hukum perang standar di dunia ini. Palestina bagaikan seekor rusa yang menyeruduk singa yang sedang beristirahat dan kelaparan. Ketika singa itu mulai merasa terusik oleh mangsanya, ia pun mengambil kesempatan untuk menyerang, melukai, bahkan menyantap mangsanya. Artinya, Palestina memuluskan alasan Israel untuk menyerang Palestina. Ketika fundamentalisme agama dan patriotisme bangsa berhadapan dengan superioritas barat dan kekuatan material yang terjadi adalah pembantaian masal manusia. Jatuhnya korban, tidak lepas dari otoritas negara yang tidak memerhatikan keselamatan masyarakat sipil, bukan saja kesalahan Israel yang memiliki alasan logis self defense.

Selain itu, sebagian besar pihak kemudian mengaitkan konflik ini berdasarkan detrminisme teologis. Setiap pertikaian Israel-Palestina selalu dikaitkan dengan konflik antara Islam-Yahudi. Islam dan Yahudi dikenal sebagai agama yang memiliki solidaritas kuat di antara pemeluknya tanpa mengabaikan batasan spasial . Ketika konflik itu memuncak, saya kira bukan saja Israel dan Palestina, tetapi para pemeluk agama Abraham Religion ini akan sampai pada titik saling memusnahkan, kalau tidak menghancurkan peradaban. Konsolidasi dengan menghindarkan ekspansi dan konfrontasi perlu dihindarkan. Bagaimanapun yang dipertaruhkan pada saat ini bukan agama, tetapi berjuta-juta nyawa manusia, atau lebih dari ¾ penduduk dunia jika memang nantinya konflik itu meluas.

Konflik ini memang telah menjadi pusat perhatian dunia. Di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika, telah meluas protes-protes yang mengecam kejahatan HAM. Banyak pihak yang mengharapkan peran PBB dan AS dalam situasi ini, termasuk golongan muslim. Mereka seakan lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa usaha itu tidak efektif. Mengapa?

Ada alur menarik yang perlu diungkapkan di sini. Pertama, Israel adalah Yahudi dan mereka yang menguasai perekonomian Amerika dan Eropa. Jadi, kepentingan Israel terutama akan dilindungi oleh AS. Kedua, Amerika termasuk salah satu negara inti dalam PBB, jadi segala kebijakan yang disinyalir menguntungkan Palestina pasti akan ditolak dan Amerika mempunyai kekuatan yang cukup untuk melakukan itu. Ketiga, tidak ada negara Islam atau berpenduduk mayoritas Muslim yang secara politik kuat dan berperan di PBB.Jadi, simpulannya untuk menghentikan konflik ini melalui mediasi cukup kecil

Efektif, Elegan dan Nyata

Reaksi keras terhadap terhadap konflik ini, yang menurut para penentangnya merupakan serangan Israel terhadap Palestina, memang wajar terjadi di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, tampaknya, solidaritas terhadap konflik ini telah memasuki ranah teologis. Artinya, akan muncul para pendukung gerakan jihad yang rela maju membela Palestina karena mereka muslim, bukan karena mereka manusia yang punya hak hidup, dan mengharapkan syahid. Berbagai ormas garis keras bahkan telah mempersiapkan diri dengan membuka pendaftaran relawan, pembekalan, dan bela diri. Hal ini cukup memprihatinkan menurut karena Islam yang berkembang di Indonesia dalam sejarahnya bukanlah Islam yang menghalalkan kekerasan, tetapi toleransi dan perdamaian. Selain itu maju menjadi relawan sama saja dengan mereggang nyawa dan menyianyiakan hidup.

Sebaliknya, bentuk dukungan yang diberikan harus disesuaikan dengan peran Indonesia. Pemerintah telah memberikan protes keras dan memberikan bantuan moril dan material ke Palestina. Hendaknya, masyarakat meniru gaya pemerintah yang elegan namun nyata daripada maju ke medan perang tanpa tujuan yang jelas. Berikanlah doa dan semangat, menyumbang sejumlah uang, dan jadi relawan kemanusiaan saya rasa akan lebih bermanfaat bagi orang Palestina dan Indonesia.

Masih banyak persoalan bangsa yang lebih berguna, apalagi dalam menghadapi Krisis Global yang akan semakin cepat datang, tanpa mengabaikan kepedulian sosial terhadap masyarakat negara lain. Akan tetapi, perhatian itu harus efektif, elegan, dan nyata. Mudah-mudahan.

2 thoughts on “Memahami Konflik Palestina-Israel

  1. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

  2. forumbetawirempug_fbr

    Israel adalah bajingan yang berkedok pahlawan pembasmi teroris.
    Dan mati dalam berjihad bukanlah mati sia-sia tetapi mati yang benar dijalan 4JJ1

    Persetan dengan Israel dan para pembela-pembelanya

    Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s